Di era serba digital kini, makin banyak pelaku bisnis memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan usahanya. Salah satu platform yang sering digunakan adalah Instagram. Berbagai bisnis mulai dari pakaian, furnitur, hingga makanan pra pesan dapat dengan mudah kita jumpai. Meskipun terkesan manis dan mudah dilakukan, ternyata merancang akun Instagram yang meyakinkan bagi calon konsumen itu susah susah gampang. Bisa saja, sebenarnya kita sudah memiliki konsep ide yang bagus namun strategi yang dijalankan kurang tepat sehingga audiens yang terjangkau masih terbatas. Lantas, bagaimana cara membangun profil media sosial yang baik dan menarik minat audiens? Yuk simak kiat yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bisnis di Instagram dari Herman Nugraha, konsultan bisnis Instagram!

Herman Cahya Nugraha merupakan alumni Sarjana Manajemen Bisnis angkatan 8 PPM School of Management. Graha, sapaan akrabnya, percaya bahwa hampir semua bisnis dapat mengoptimasi penggunaan Instagram. Untuk mengawalinya, pelaku bisnis harus membangun personal branding yang jelas di hadapan audiens. Sebagai siapa kita ingin dikenal masyarakat? Kegiatan ini bisa dilakukan dengan mengunggah konten yang edukatif dan sesuai dengan tema produk yang ditawarkan. Contohnya adalah Graha sendiri yang merupakan seorang konsultan bisnis. Ia rajin mengunggah konten-konten bertema bisnis agar audiens dapat mengenalinya sebagai konsultan bisnis yang terpercaya.

Kemudian, pelaku bisnis juga harus aktif berinteraksi dengan audiens. Perlu diingat, Instagram adalah media sosial yang berbasis interaksi antar penggunanya. Tiap interaksi yang terjadi seperti like dan share posting memiliki skor tersendiri yang berdampak signifikan pada pertumbuhan akun. Semakin tinggi frekuensi interaksi yang terjadi, akan semakin tinggi juga peluang bisnis menjangkau pasar yang lebih besar lagi. 

Dalam penggunaan Instagram, terdapat dua jenis akun bisnis. Pertama adalah akun katalog (catalogue account) yang berisi list produk yang ditawarkan. Akun jenis ini biasanya digunakan oleh brand-brand ternama sebagai sarana penghubung audiens dengan laman resmi atau nomor kontak yang dapat dihubungi apabila audiens berminat untuk membeli produk tersebut. Jadi, Instagram digunakan untuk menghubungkan antara katalog produk dengan laman pembelian. 

Jenis kedua adalah traffic account. Akun jenis ini tidak hanya menampilkan katalog produk, tetapi juga hal-hal lain yang berhubungan dengan bisnis tersebut. Misal produk yang dirintis adalah minuman kesehatan. Konten yang diunggah tidak hanya berisi daftar produk, tetapi juga khasiat dari bahan pembuatnya, tips saran penyajian, hingga kuis berhadiah. Konten-konten tersebut sekaligus menjadi sarana melakukan branding agar semakin dikenal serta meningkatkan engagement dengan audiens.

Selain hal-hal diatas, Graha juga menyampaikan pentingnya memanfaatkan koneksi yang kita miliki. Tak dapat dipungkiri, koneksi bagaikan sebuah jembatan yang menghubungi para pebisnis dengan konsumen. Semakin banyak dan kokoh koneksi yang dimiliki, akan semakin luas pula jangkauan audiens kita. Maka dari itu, Graha mengajak teman-teman untuk lebih sering menjalin komunikasi dengan orang-orang yang potensial menjadi rekan bisnis di kemudian hari.

Sebagai penutup, Graha mengingatkan bahwa tidak pernah terlalu tua untuk memulai bisnis. Kunci utama dalam berbisnis adalah niat dan konsistensi. Jangan takut untuk mempelajari ilmu baru, apalagi jika ilmu tersebut memiliki dampak yang besar bagi perkembangan diri kita. “Terus belajar, dan (saling) sharing,” pesannya.

 Semangat selalu untuk belajar, teman-teman!

Ditulis oleh:

Karima Salsabila Ramadhina
Mahasiswa SMB Angkatan 15