Seri Alumni Sharing Session: Sustainable Development Goals (SDGs) dan Relevansinya dengan Bisnis PPM

Seri Alumni Sharing Session:  Sustainable Development Goals (SDGs) dan Relevansinya dengan Bisnis PPM

Dengan dihadiri oleh 17 peserta diskusi, kegiatan Alumni PPM Sharing Session telah berlangsung hari Jumat, 13 Oktober 2017. Kali ini topiknya “Sustainable Development Goals (SDGs) dan Relevansinya dengan Bisnis PPM”, dengan pembicara Ade Suwargo Mulyo, Alumni WM-27. Acara ini mengambil tempat di Gedung A PPM-Manajemen, Jl. Menteng Raya No. 9, Jakarta Pusat.

Tiga (3) poin utama yang disampaikan dalam sharing ini, pertama tentang apa itu SDGs; kedua tentang ekosistem SDG di Indonesia; dan ketiga apa yang bisa dimanfaatkan oleh PPM dengan SDGs.

 

Sustainable Development Goals (SDGs)

Dikutip dari http://sdgsindonesia.or.id, SDGs adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Disepakati dalam pertemuan dunia bulan September 2015, dalam suatu “Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan” (the 2030 Agenda for Sustainable Development atau SDGs).

Ade lebih lanjut menjelaskan, SDGs terdiri dari 17 tujuan dengan 169 capaian sebagai ambisi pembangunan bersama pemerintahan seluruh dunia hingga tahun 2030, yang merupakan kelanjutan atau pengganti dari Millennium Development Goals (MDGs) yang tidak berlaku lagi sejak akhir 2015.

 

Perjalanan pembangunan berkelanjutan

Pembahasan proses pembangunan berkelanjutan dimulai dari Stockholm Summit tahun 1972 yang memfokuskan pada pelestarian alam dan lingkungan hidup. Sesudah itu berlanjut pada pertemuan di Nairobi tahun 1982 dan melahirkan konsep “pembangunan berkelanjutan”.

Tahun 1992 dalam Rio Earth Summit di Brazil, mulai dibahas tentang perubahan iklim. Sampailah pada MDGs, atau Millennium Development Goals pada tahun 2000 di Johannesburg, Afrika Selatan, yang melahirkan  8 (delapan) pembangunan millennium.

Dua pertemuan berikutnya di Johannerburg pada tahun 2002 dan Rio de Janiero tahun 2012, dan yang paling terakhir pada 2015 di NY dan Paris-lah kemudian yang melahirkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang kita kenal sampai saat ini.

 

Apa perbedaan antara MDGs dan SDGs?

MDGs 2000 – 2015 SDGs 2015 – 2030
– Hanya memiliki 8 tujuan setengah jalan

– Hanya fokus pada bantuan dari negara-negara kaya ke negara miskin

– Proses dari atas ke bawah

– Menangani gejala-gejala kemiskinan…

– Sempit dan kurang lengkap

– 17 tujuan “zero-based” yang saling terkait

– Tujuan-tujuan yang bersifat universal dan berlaku untuk semua Negara

– Semua berperan serta dalam proses

– … Ditambah dengan isu-isu tentang perdamaian, stabilitas, HAM, dan tata kelola pemerintahan

– Lebih komprehensif dan multifaset

 

Sustainable Development Goals ditetapkan di New York pada 25 September 2015 di mana pemimpin dari 180 negara di seluruh dunia, menyetujui komitmen implementasi SDGs yang berisi 17 tujuan dengan 169 target, termasuk oleh Indonesia yang saat itu dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla.

Dalam skala nasional, apa yang termaktub dalam SDGs ternyata telah sejalan dengan apa yang telah terkonsep dalam Nawacita. Artinya, ketujuhbelas tujuan dalam SDGs, semuanya sudah tercakup 23 (dua puluh tiga butir) Nawacita.

 

Tindak lanjut implementasi SDGs di Indonesia

  • Implementasi program: membuat rencana aksi nasional dan daerah (RAN dan RAD), CSO, philanthropy, dan melibatkan peran swasta dan akademisi.
  • Monitoring implementasi program yang berhubungan dengan indikator SDG, baik pusat maupun daerah.
  • Evaluasi kinerja indikator target SDG oleh seluruh pemangku kepentingan.
  • Pelaporan implementasi di wilayah pusat yang kemudian diringkas ke dalam laporan nasional dan internasional.

 

Ekosistem SDGs di Indonesia

Ekosistem SDGs di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut:

 

Ade Suwargo juga menjelaskan tujuan (goal), target, dan indicator dalam empat pilar SDG Indonesia, yaitu:

Pertama, Pilar Pembangunan Sosial, yang terdiri dari 5 goal, 47 target, dan 77 indikator.

Kedua, Pilar Pembangunan Ekonomi, yang terdiri dari 5 goal, 54 target, dan 72 indikator.

Ketiga, Pilar Pembangunan Lingkungan, yang terdiri dari 6 goal, 56 target, dan 69 indikator.

Keempat, Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola, yang terdiri dari 1 goal, 12 target, dan 23 indikator.

Secara visual dapat digambarkan berikut ini:

Peran yang bisa diambil PPM

Pertama, Mainstreaming. Bagaimana PPM bisa menghasilkan SDGs ke klien, mengintegrasikannya di tingkat lokal dan nasional. PPM punya tools yang standar dan appropriate untuk integrasi itu.

Kedua, Acceleration. Menargetkan sumber daya di area prioritas yang telah diidentifikasi pada poin 1, melakukan sinergi, mengurai bottle neck, pembiayaan, dan kemitraan.

Ketiga, Policy Support. Memastikan adanya keterampilan, pengetahuan, dan pengembangan sistem yang dapat memberikan pelayanan terbaik. Bila tidak ada ahlinya, harus bisa merekrut ahli dari luar (outsourcing). TOR-nya ada di PPM.

Berbicara masalah pasar (public market), menurut Ade Suwargo ada dua kelompok pasar yang potensial. Pertama adalah Pemerintah Daerah dan donatur internasional, kedua sektor swasta dan filantrofi. Pemerintah Daerah di Indonesia di 34 provinsi dengan 428 kabupaten kota merupakan pasar yang potensial yang memerlukan pelatihan SDGs.

Sedangkan untuk sektor swasta dan filantrofi mereka memerlukan pengenalan terhadap SDGs, konsultansi mengenai sustainability report, SDGs assessment, integrasi SDGs kepada strategi bisnis korporasi.

 

Roadmap untuk penerapan SDGs

Persiapan untuk SDGs à Melakukan studi dan pemetaan à Mendirikan unit khusus SDGs à Mengembangkan rencana kerja à Sinkronisasi agenda à Menyiapkan model bisnis à Mengembangkan skema pemantauan dan evaluasi à Mempromosikan praktik terbaik.

 

Besar implementasi SDGs menurut survei

Dalam hal penerapan SDGs dari negara-negara di dunia, survei terakhir menunjukkan negara-negara yang berkomitmen untuk menerapkan SDGs adalah negara-negara yang berada di wilayah Asia-Pasifik (65%), berikutnya Eropa (59% ), dan Amerika Selatan (56%). Sedangkan berapa banyak perusahaan yang telah menerapkan SDGs dalam strategi bisnis sebesar 60%. (Responsible business trends report 2017, http://www.ethicalcorp.com)

Dari ke-17 tujuan dalam SDGs, manakah yang paling banyak diminati penerapannya? Ternyata yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah Nomor 13 Climate Change, sebesar 62%, dan paling sedikit Nomor 1 No Poverty, 27%.

 

Penyelenggara Alumni Sharing Session

Alumni Sharing Session merupakan salah satu dari 4 program yang dijalankan oleh Bidang Edukasi IKA-PPM yang diketuai oleh Albert Surya Wanasida (WM-47). Bidang Edukasi beranggotakan Ahmad Arwani (WM 47), Ninda Reninta (SMB-R2), Maria Theresia Ratna Lestari      (SMB-R1/WM-67), dan Prawita Sari AG (WM-12)

Selengkapnya keempat program tersebut adalah:

  1. Ngopi bareng, direncanakan bulan November 2017 akan diisi oleh Lyra Puspa (WM-40A).
  2. Alumni mengajar, sekarang dibantu oleh Johannes S. Purba (WM-40A) dari Bidang Kerjasama Antarlembaga. Sudah koordinasi dengan Ibu Eva Saragih dan Ibu Pepey dari PPM.
  3. Alumni mentoring (apprentice), dilaksanakan oleh EM (Eksekutif Muda) yaitu alumni yang sudah menjadi GM/Direksi, menjadi mentor siswa MM Eksmud.
  4. Alumni insight, para alumnus share dengan Staf Profesional PPM, biasanya di event Knowledge Management PPM. Program keempat ini yang juga disebut sebagai Alumni Sharing Session.

 

Ketujuhbelas peserta sharing dan diskusi adalah BRM, JFK, SMD, Antoni, LHP, ERL, CAE, WID, RLR, AIK, RIK, CDM, ARI, DNA, DRA, TWN, termasuk Pembicara ASM. (albert/wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

* Your name
* Email
* Describe your issue
* Phone
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?