Kenapa Soft Skill Penting dan Berpengaruh?

Kenapa Soft Skill Penting dan Berpengaruh?

 

 

 

Soft skill sering diartikan sebagai kemampuan-kemampuan non teknis yang dimiliki seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan. Sederhananya, ini merupakan atribut yang memungkinkan kamu terlibat dalam interaksi yang bermakna dengan orang lain. Baik itu dalam dunia kampus, di kantor, di pelayanan masyarakat, sebagian pekerjaan ini memerlukan kerja tim, sehingga penting untuk memiliki soft skill, untuk meningkatkan kemampuan kerja dan mencapai pekerjaan atau karir impian. Soft skill membantu kamu dalam meningkatkan produktivitas, membangun hubungan profesional dan berkembang dalam dunia profesional.

 

Di tempat kerja modern, kamu membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis. Para pimpinan perusahaan kini mencari kandidat yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, tetapi juga yang dapat masuk ke lingkungan perusahaan, ke dalam budaya perusahaan dan beriteraksi dengan karyawan lain. Agar dapat melakukan hal-hal ini, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan soft skill.

 

Apa saja yang meliputi soft skill? Komunikasi efektif; ini adalah aspek penting yang di dalamnya meliputi kemampuan mendengarkan, berbicara dan menulis. Problem solving, yakni kemampuan menganalisis masalah dan mengembangkan solusi kreatif untuk mengatasinya. Produktivitas, ini meliputi menyusun strategi, mengatur, merencanakan dan memberikan hasil.  Pada tingkatan yang lebih luas, ini menyangkut kemampuan dalam mengembangkan rencana proyek yang lebih detail; tujuan, persyaratan dan sumber daya yang diperlukan, serta mengelola waktu untuk menyeimbangkan banyak proyek. Kemahiran digital juga termasuk dalam kemampuan soft skill, karena ini berarti kemampuan menavigasi melalui teknologi modern untuk mencapai tujuan. Di samping itu, kreativitas. Kreativitas berarti kemampuan untuk memunculkan ide dan gagasan-gagasan baru, mengevaluasi hambatan dan situasi sulit. Hal lain yang juga penting adalah keyakinan diri dan kemampuan menjaga sikap positif.

 

Laporan World Economic Forum Future of Jobs menyatakan, bahwa pada tahun 2020, complex problem-solving, critical thinking, creativity, people management, and emotional inteligence akan menjadi salah satu keterampilan paling penting yang diperlukan di tempat kerja. Kemajuan teknologi telah menyebabkan tugas-tugas yang membutuhkan hard skill menurun, dan membuat soft skill menjadi pembeda utama di tempat kerja. Studi dari Deloitte Access Economics memprediksi bahwa soft skill akan memenuhi dua per tiga dari semua pekerjaan pada tahun 2030.

 

Sebagai Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis terkemuka, PPM School of Management menyadari perkembangan dunia profesional saat ini dan tantangan-tantangan masa depan serta kebutuhan dunia profesional secara global. Otomisasi dan kecerdasan buatan akan menghasilkan proporsi pekerjaan yang lebih besar dengan mengandalkan soft skill, karena itu, PPM School of Management mengembangkan kurikulum yang mendorong soft skill mahasiswa untuk bertumbuh, mendapatkan ruang penajamannya, dan mencapai potensi terbesarnya, dengan memberikan pendampingan soft skill development yang terintegrasi.