Alumni PPM: Dari Profesional ke Pelayan Publik

Alumni PPM: Dari Profesional ke Pelayan Publik

Kemampuan untuk mengelola sumber daya dan berkomunikasi juga bernegosiasi dengan pihak lain kombinasi yang hebat untuk mencapai hasil yang tinggi. Hal-hal tersebut juga persyaratan penting di karir naik ke tingkat berikutnya. Akhirnya, esensi dari exepreneur adalah kemampuan dalam manajemen.

Ini mungkin menjadi alasan Presiden Jokowi menekankan bahwa masalah bangsa ini terletak pada manajemen. Ada optimisme besar bahwa sebagian besar masalah di bangsa ini dapat diselesaikan selama setiap pemimpin sektor publik memiliki keterampilan manajemen yang komprehensif.

“Manajemen perusahaan dan pemerintah secara fundamental berbeda dalam matriks penilaian kinerja. Satu lagi menekankan pada keuntungan dan yang lainnya di pelayanan publik,” kata Rudiantara, Menteri commmunication dan Informasi di Indonesia yang alumni dari Program Manajemen Wijawiyata angkatan 13 di Sharing sesi Ikatan Alumni PPM berjudul “Dari Profesional untuk menjadi Pegawai Negeri” di Gathering Room PPM (8/1).

Selain Rudiantara, speaker lain dalam Sharing Session adalah Zulkifli Hasan, Ketua Komite Konstitusi (MPR) dari Program Pascasarjana Eksekutif angkatan 29 dan Hari Tanjung, Dewan Pakar di Nasional Demokrat dari Program Pascasarjana Eksekutif angkatan 23. Mereka adalah eksekutif dan pejabat negara yang juga alumni dari PPM SoM. Mereka hadir untuk berbagi tentang pengalaman dalam penerapan manajemen dalam bisnis dan politik dunia.

Dalam temu alumni ini, peserta belajar bagaimana orang-orang dari dunia bisnis yang mengabdikan diri sebagai pejabat negara. Mereka juga mendapat kesempatan untuk bertanya apakah ada perbedaan dalam mengelola lembaga-lembaga publik dengan perusahaan. RIF-ANK / 1/15.