Siapa yang punya impian pergi ke luar negeri? Impian satu ini seringkali masuk wishlist banyak orang. Entah itu hanya sekedar ingin bertamasya atau meneruskan studi dan meniti karir di negara lain, banyak yang tergiur untuk merasakan pengalaman satu ini.Walau begitu, tidak semua orang berhasil merealisasikannya.

Sanra Refira adalah alumni PPM School of Management angkatan SMB 7. Sanra mendapat kesempatan untuk bekerja dan melanjutkan studinya di luar negeri lho. Keinginannya berawal dari rasa penasaran ketika menjalani pendidikan S1, ia akhirnya berhasil mendapat beasiswa parsial untuk melanjutkan studi S2 di Italia pada tahun 2020.

Perjalanan Sanra untuk berkuliah di luar negeri tidak lah mulus. Setelah lulus dari S1, ia bertekad untuk melanjutkan studinya di luar negeri, tidak peduli negara, universitas dan jurusannya. Ia kemudian mulai mendaftar di berbagai universitas dan penyelenggara beasiswa, namun selalu mendapat penolakan. Sanra kemudian menyadari bahwa sekedar tekad saja tidak cukup, ia harus memiliki tujuan yang terarah sehingga dapat lebih matang dalam mempersiapkan diri. Sembari menjalani karirnya di Indonesia, Sanra menemukan passion di bidang fashion. Dari sana, ia kemudian menelusuri negara mana yang memiliki kota mode (pusat fashion). Setelah mempertimbangkan dari segi bahasa dan budaya, Sanra memilih Milan sebagai kota tujuan. Selanjutnya ia baru mencari universitas dan beasiswa yang sesuai dengan passion dan kota tujuan. Usaha Sanra akhirnya berbuah manis ketika ia berhasil diterima dan mendapat beasiswa parsial di Milano Fashion Institute jurusan Brand and Communication Management.

Tips dari Sanra bagi mereka yang ingin melakukan studi di luar negeri adalah kita harus mengenal diri kita terlebih dahulu. Kenali dan pahami apa yang kita inginkan, apa yang menjadi passion kita. Setelah itu barulah kita mencari tempat yang dapat mewadahi passion kita. Cari tahu sebanyak-banyaknya mengenai universitas, jurusan, serta negara yang akan dituju. Akan menjadi nilai tambah bila kita juga mempelajari bahasa serta budaya negara tujuan. Selain itu, jangan malu untuk meminta surat rekomendasi dari pengajar di institusi pendidikan sebelumnya. Terus kembangkan kemampuan menulis esai dan perhatikan persyaratan administrasi.

Selain pernah merasakan studi di luar negeri, Sanra juga mendapat kesempatan berkarir di luar negeri. Sebelum melanjutkan studi S2, pada tahun 2018, Sanra diterima bekerja di Bangkok, Thailand. Ia mengaku posisi yang didapatkan ini murni dari usahanya menjalin networking di LinkedIn. Menurut Sanra, dengan memanfaatkan LinkedIn, kita dapat memperbesar peluang mendapat pekerjaan bagus di luar negeri maupun dalam negeri. Sanra juga membagikan beberapa tips untuk mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan lewat LinkedIn. Pertama, kita perlu memperbaiki tampilan profil LinkedIn kita sehingga terlihat professional. Kedua, selalu update profil LinkedIn dengan aktivitas terbaru kita. Lalu Langkah ketiga, coba menjalin hubungan dengan “user” yang memiliki jabatan supervisor, manajer, atau staf perusahaan yang dituju, karena kemungkinan besar bagian HR, pastinya mereka telah sibuk dengan calon karyawan yang ingin melamar di perusahaan tersebut. Keempat, ketika sudah terhubung, jangan lupa untuk kenalkan diri kamu dengan cara yang menarik dan tentu saja harus jujur, sampaikan juga tujuan kita menghubungi orang tersebut. Jangan lupa juga untuk follow up hasil diskusi sebelumnya. Bila nanti tidak berujung mendapat interview atau tawaran, tidak mengapa, yang terpenting orang tersebut sudah mengenal kita.

Keinginan Sanra untuk melanjutkan karir dan studi di luar negeri tidak terlepas dari komentar pesimis. Ketika ia menceritakan mimpinya banyak yang merasa bahwa Sanra tidak akan mampu menggapainya. Ada pula yang merasa dirinya terlalu ambisius. Namun Sanra tidak mengindahkan perkataan orang-orang tersebut. Sanra menyatakan bahwa dalam proses menggapai impian, memiliki support system yang baik itu penting. Ia juga membagikan kunci keberhasilannya yakni, know yourself, know your passion, and be persistent. Bagi Sanra untuk berkontribusi pada negara, kita tidak selalu harus berada di Indonesia. Dengan kita berprestasi dan berperilaku sesuai dengan budaya Indonesia di negeri orang, maka kita sudah berkontribusi pada negara.  Sanra mengajarkan kita untuk jangan pernah takut dan malu untuk memiliki mimpi besar. Bila kita terus berusaha untuk menggapai mimpi tersebut, pasti kita akan menemukan jalan untuk menggapainya.

Oleh: Nisrina Sari Prihadi (SMB 15)