Menjalani kehidupan yang aktif dan sehat menjadi dambaan setiap orang. Harapan akan masa tua yang terbebas dari penyakit memotivasi diri agar tak melulu sibuk mengurus pekerjaan, namun juga menyisihkan waktu untuk mengurus diri. Manfaatnya memang tidak instan, melainkan seperti investasi jangka panjang yang akan terasa pada masa yang akan datang. Di kala tekad sudah bulat dan perlengkapan sudah siap, tentu akan datang sebuah ‘penyakit’ yang menggoda keteguhan iman: malas! Kalau sudah begini, bagaimana ya cara memeranginya?

Sebaris kisah bagaimana Andrian Yulianto, alumni Sarjana Manajemen Bisnis angkatan 9 PPM School of Management merintis bisnis olahraga berbasis virtual. Berawal dari kesukaannya berolahraga, Andrian mengembangkan hobinya tersebut dan menciptakan Aktivin, platform olahraga digital yang dapat diakses melalui smartphone. Terdapat berbagai jenis olahraga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para pengguna. Dengan mengusung tema active and rewarding lifestyle, Aktivin mengajak masyarakat untuk memulai hidup sehat yang fun dari mana saja, dan kapan saja.

Meski awalnya banyak yang ragu dengan ide bisnisnya, Andrian tak lantas patah semangat. Pada 2017, ia berkesempatan mengikuti program “Outstanding Student of the World” yang diselenggarakan di India. Dari perjalanan itu, ia menyadari pentingnya perusahaan untuk melakukan transformasi digital agar dapat tetap bertahan di masa yang akan datang. Terbukti, kini ditengah pandemi virus corona yang melanda banyak industri yang ‘dipaksa’ melakukan shifting dari basis tradisional ke bentuk digital. Disinilah kemudian peluang bisnis olahraga virtual ikut naik daun dan menjangkau makin banyak konsumen.

Kini Aktivin telah malang melintang di industri olahraga virtual selama setahun. Dalam masa itu, Aktivin telah melaksanakan kerjasama dengan sejumlah organisasi seperti WWF Indonesia, YPAC Jakarta, Deutsch Bank, dan terkini dengan SMP Kanisius. Kegiatan inti dari kerjasama tersebut adalah melaksanakan olahraga amal (charity sports) yang hasilnya akan didonasikan untuk mendukung proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sekolah yang menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.

Andrian membagikan tips bagi teman-teman yang tertarik untuk memulai bisnis sejak kuliah. Pertama, mulailah dari menyadari masalah yang kita hadapi. Dari masalah tersebut, akan muncul sebuah solusi yang dapat digunakan sebagai dasar melakukan riset pasar. Ketahui kondisi dan tren pasar yang hendak dimasuki. Kedua, jadilah seorang idealis tanpa melupakan kondisi nyata (realis).  Semua usaha dibangun dari nol, tidak bisa langsung besar dan berjaya. Ketiga, jangan mudah putus asa. Semangat juang merupakan hal penting untuk menjaga eksistensi sebuah bisnis. Keempat, jangan terlalu cinta pada produk sendiri. Tetaplah terbuka dengan saran dan masukan yang membangun. Kelima, jangan menjadi pengikut (follower). Dalam manajemen terdapat sebuah framework keunggulan daya saing berkelanjutan (sustained competitive advantage) yang dikenal dengan istilah VRIO (value, rare, imitability, organization). Kecuali produk yang kita tawarkan benar-benar dapat mengubah industri, pastikan bahwa VRIO telah terpenuhi. Value yang jelas, jumlah produk yang langka (rare), lalu lihat apakah produk kita mudah ditiru. Bisa saja para pemain lama yang sudah memiliki lebih banyak sumber daya menjiplak produk kita dan mematikan rantai konsumen. Walau ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, Andrian berpesan untuk tidak terlalu takut untuk memulai karena jika terlalu lama mempertimbangkan, lantas kapan mau memulai bisnisnya?

Dari Andrian, kita bisa belajar bahwa merintis bisnis yang ‘tidak biasa’ saat ini justru bisa menjadi peluang yang ‘luar biasa’ di masa yang akan datang. Jika dahulu masyarakat masih bergantung pada ajakan teman untuk berolahraga, kini motivasi berolahraga hadir dalam bentuk reward digital serta bisa berkompetisi dari jarak jauh. Yuk, mulai hidup yang lebih aktif!

Ditulis oleh:

Karima Salsabila Ramadhina
Mahasiswa SMB Angkatan 15